www.greenomics.org
:: THE MAIN PAGE ::

Greenomics Indonesia
is a policy development institute that is devoted to introducing innovative empirical and field-based economic, financial and policy approaches for the purpose of supporting a move towards good natural resources governance
 

Greenomics Indonesia tidak memiliki kantor lapangan di wilayah provinsi dan kabupaten/kota. Jika ada pihak-pihak yang menggunakan nama Greenomics sebagai nama lembaganya, itu tidak terkait dengan Greenomics Indonesia


 

V i e w s


 

 

 

 

More...

Publications


Second year of implementation of Golden Agri's Forest Conservation Policy (GAR FCP) (7 May 2013)


APP's artful deception:
After pulping its remaining forests, APP positions itself as a conservation leader with new policy
(18 March 2013)


Open Letter to the Ambassador of Sweden to Indonesia (19 February 2013)


Aceh Governor's move threatens destruction of province's protection forest (February 2013)


”Golden Agri should
withdraw press release
as it flies in the face
of the legal facts”
(21 January 2013)


”Golden Agri harus mencabut siaran persnya, terbukti tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum” (21 Januari 2013)


Sumitomo Forestry Group involved in pulping peat forests in Indonesian Borneo (January 2013)


Indonesia's First REDD+ Project Not a Done Deal, Despite Promoter's Claims (December 2012)


Indonesian palm oil giant cutting deforestation from supply chain
mongabay.com, 13 May 2013

Indonesian palm oil giant Golden Agri-Resources (GAR) is continuing to reduce deforestation under its 2011 forest conservation policy despite ongoing forest destruction by other palm oil producers in the sector, finds a new assessment by Greenomics, an Indonesian activist group. However the report finds GAR's operations are not completely deforestation-free.


Kampanye Perlindungan Hutan
Greenomics: APP Bohongi Publik
Suara Pembaruan, 21 Maret 2013

Laporan terbaru yang dilansir Greenomics Indonesia mengungkapkan,raksasa industri bubur kertas Asia Pulp and Paper (APP) membohongi publik dengan kampanye perlindungan hutan alamnya. Pasalnya, perusahaan tersebut telah lebih dulu membabat habis hutan alam di konsesinya sebelum kampanye itu digemakan.


Kampanye perlindungan hutan APP menipu publik
ANTARA, 20 Maret 2013

Greenomics Indonesia mengungkapkan, raksasa Asia Pulp and Paper (APP) menipu publik dengan kampanye perlindungan hutan alamnya, kenyataannya, perusahaan itu telah lebih dulu membabat habis hutan alam di konsesinya sebelum menyuarakan kampanye tersebut.


Kampanye Perlindungan Hutan APP Dianggap Menipu Publik
beritasatu.com, 20 Maret 2013

“Kampanye APP adalah sesuatu yang licik. Sebab sebelum melansir kampanye perlindungan hutan alam, APP sudah menghabisi hutan alam yang ada dikonsesinya”
.


Green Group Calls Asia Pulp and Paper Forest Policy ‘Artful Deception'
The Jakarta Globe, 20 Maret 2013

An environmental think tank has accused paper giant Asia Pulp and Paper of attempting to purposefully deceive the public and its stakeholders with its new conservation policy.


APP conservation policy came after it pulped most of its forests
mongabay.com, 19 Maret 2013


Asia Pulp & Paper's widely heralded forest conservation policy came after the forestry giant had already cleared nearly all of the legally protected forests within its concessions in Sumatra, alleges a new report published by Greenomics, an Indonesian environmental group.


UE Sorot Rencana Gubernur Aceh 'habisi' 55.000 Ha
bisnis.com, 8 Maret 2013

Greenomics Indonesia mengadakan pertemuan dengan Representatif Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN guna menyampaikan rencana Gubernur Aceh yang ingin menebang hutan lindung hingga 55.000 hektare, yang bertentangan dengan komitmen jangka panjang Uni Eropa untuk melindungi hutan Aceh.


Hutan Lindung Aceh akan Dibabat,
Greenomics Surati Dubes Swedia

kompas.com, 19 Februari 2013

Greenomics Indonesia kembali memrotes kebijakan Gubernur Aceh yang akan menebang 8 blok besar hutan lindung Aceh seluas sekitar 55.000 hektar. Kali ini, protes dilayangkan melalui surat terbuka kepada Duta Besar Swedia.


Protes Usulan Pelepasan 8 Blok Hutan Lindung Aceh, Greenomics Layangkan Surat ke Dubes Swedia
Mongabay-Indonesia, 19 Februari 2013

Greenomics Indonesia melayangkan surat terbuka kepada Dubes Swedia di Indonesia, menanggapi usulan Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang ingin menebang delapan blok besar hutan lindung di tanah serambi Mekkah itu.


INDUSTRI KEHUTANAN:
55.000 Hektare hutan lindung di Aceh bakal dibabat
bisnis.com, 14 Februari 2013

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengusulkan sejumlah hutan lindung menjadi hutan produksi kepada Menteri Kehutanan. Namun, langkah itu, ditentang Greenomics Indonesia.


Aceh Governor Wants to Allow More Logging
in Protected Forests: Report
The Jakarta Globe, 13 February 2013


Spatial zoning proposals for Aceh indicate that the province’s governor is seeking to open up more than 52,000 hectares of protected forest there to logging, a conservation group warns.


Indonesia: Governor of Aceh puts forests under threat
redd-monitor.org, 13 February 2013

In January 2013, chairman of the Aceh parliament’s spatial planning committee, told Australian journalist Michael Bachelard that a proposed new spatial plan for Aceh would reduce the total forest cover in the province from about 68% to 45%. And this week Greenomics Indonesia published a report criticising the Governor of Aceh’s plans to allow logging in 54,593 hectares of protected forest.


Indonesian governor proposes
opening protected areas to logging

mongabay.com, 12 February 2013


The governor of Indonesia's Aceh Province on the island of Sumatra has proposed opening up more than 50,000 hectares of protected forest to logging, according to a new analysis by an Indonesian environmental group.


Kebijakan Kehutanan:
Alih Fungsi 55.000 Hektar Hutan Lindung Aceh Harus Dibatalkan

kompas.com, 11 Februari 2013


Gubernur Aceh Zaini Abdullah didesak membatalkan usulannya kepada Kementerian Kehutanan mengenai perubahan 8 blok besar hutan lindung di Aceh menjadi hutan produksi untuk ditebang sebagai sumber pemenuhan kebutuhan kayu.


Kebijakan Baru Bisa Jadi Alat Legitimasi Ekspansi
kompas.com, 6 Februari 2013

Organisasi nonpemerintah Greenomics Indonesia mengecam kebijakan baru Konservasi Hutan Asia Pulp and Paper, yang diluncurkan pada 5 Februari 2013. Kebijakan ini dinilai bisa menjadi alat legitimasi baru bagi Asia Pulp and Paper untuk ekspansi.


Kebijakan APP Melegitimasi
Ekspansi Konglomerasi Lahan

bisnis.com, 6 Februari 2013

Greenomics Indonesia mengecam keras kebijakan baru Konservasi Hutan Asia Pulp dan Paper (APP/Sinarmas Forestry) yang diluncurkan pada 5 Februari 2013, karena kebijakan tersebut dapat digunakan sebagai alat legitimasi baru bagi APP untuk melakukan ekspansi konglomerasi lahan di Indonesia.


Aneh, Bayar Pungutan Hutan tapi
Golden Agri Ngaku Tak Berkayu Komersil

Mongabay-Indonesia, 24 Januari 2013

PT Smart TBK dan induk perusahaan, Golden Agri Resouces (GAR) pada 21 Desember 2012 mengeluarkan pernyataan resmi mengaku keliru dan bertanggungjawab karena membuka lahan seluas 2.449 hektar tanpa izin pemanfaatan kayu (IPK). Alasannya, tidak ada kayu komersil pada lahan-lahan di luar IPK itu. Anehnya, dalam rentang waktu itu ada pembayaran dana reboisasi (DR) dan provisi sumber daya hutan (PSDH).


Perlu Perpu untuk Selamatkan Jakarta
kompas.com, 19 Januari 2013

Penyelamatan Ibu Kota Jakarta, dari bencana banjir yang datang menghantui tiap musim hujan, kerap terlupakan saat musim kemarau tiba.


BANJIR JAKARTA:
Greenomics estimasi kerugian Rp15 triliun

bisnis.com, 18 Januari 2013

Greenomics Indonesia mengestimasi nilai kerugian yang diderita pelaku ekonomi akibat banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta mencapai kisaran Rp15 triliun.


Kerugian Banjir Jakarta
Bisa Tembus Rp 15 Triliun

tempo.co, 18 Januari 2013

Greenomics Indonesia memperkirakan kerugian banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta bisa mencapai angka Rp 15 triliun. Kondisi tersebut didasarkan atas asumsi kedaruratan Jakarta akibat banjir dalam masa tanggap darurat selama 10 hari (17-27 Januari 2013), yang tentunya berdampak negatif pada sektor-sektor ekonomi dan perekonomian berbasis masyarakat.


Indonesia's big REDD+ project announcement
"premature", but moving forward

mongabay.com - 18 December 2012


The Indonesian government's announcement at climate talks in Doha that it had approved the country's forest conservation project under its Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD+) program was premature, argues a new report from an Indonesian environmental group.


More...


Why the Indonesian
Ministry of Forestry
Recommends that
ASIA PULP & PAPER
revise its “APP
Sustainability Roadmap
2020 and beyond”
(October 2012)


Greenomics Indonesia Open Statement in Response to
Interview with Scott Poynton in REDD-Monitor (August 2012)


After Signing “Landmark MoU” on Orangutan Conservation, Wilmar Fails to Deliver “Reaffirmed Commitment” (June 2012)


What has been learned from first year of Golden Agri’s forest conservation policy in West Kalimantan? (May 2012)


APP Pulpwood Suppliers' Own Operational Plans Reveal Deliberate Clearing of Ramin and Other Protected Species" (March 2012)


Expansion of sustainable palm oil production: Exclude palm oil production firms whose operations should be halted according to the BPK RI! (February 2012)


Ekspansi produksi sawit lestari: Diskualifikasi!!
Perusahaan sawit yang
direkomendasikan
penghentian operasionalnya oleh

BPK RI (Februari 2012)


Peatland and forest at serious risk from Merauke food and energy estate development
(February 2012)


APRIL must refrain from pulping peatland forest on a small Indonesian island
(January 2012)


More...

 

 

Copyright © 2004 - 2013 Greenomics Indonesia. All rights reserved.