N E W S

www.greenomics.org
:: N E W S ::



News in 2007

News in 2006

News in 2005

News in 2004


Tekanan pada Hutan Makin Berat - Kompas, 5 Agustus 2008

Industri Pulp Belum Bisa Andalkan HTI - Suara Pembaruan, 5 Agustus 2008

Forestry firms poor performance in Papua - The Jakarta Post, July 16 2008

Jakarta protests Yale University over green index - The Jakarta Post, July 14 2008

Greenomics Indonesia protes RI di urutan 102 Peringkat Negara Hijau Dunia - Bisnis Indonesia, 10 Juli 2008

Riset Kehutanan Universitas AS Juga ‘Berbau Pesanan’ - Harian Ekonomi Neraca, 9 Juli 2008

Biaya Antisipasi Perubahan Iklim dari Utang Dikecam - Bisnis Indonesia, 9 Juli 2008

Greenomics Protes Pemeringkatan Versi "Newsweek" - ANTARA News, 8 Juli 2008

Govt told to kick climate loan habit - The Jakarta Post, July 7 2008

Govt told to kick climate loan habit - The Jakarta Post, July 7 2008

60,42% HPH di Papua berkinerja buruk - Bisnis Indonesia, 3 Juli 2008

Izin pelepasan hutan syarat permohonan kredit - Bisnis Indonesia, 26 Juni 2008

Kayu Indonesia Mengalir Jauh - Kompas, 20 Juni 2008

'Aceh needs peace, not new provinces - The Jakarta Post, June 19 2008

Uni Eropa Seharusnya Minta Klarifikasi Malaysia soal Kayu Ketapang - Kompas, 18 Juni 2008

Ambisi Besar, Kemampuan Kurang - Kompas, 15 Juni 2008

Alih Fungsi Terus Terjadi: Menhut Merasa Berjuang Sendirian - Kompas, 7 Juni 2008

Regents' permits add to deforestation: Study - The Jakarta Post, June 3rd 2008

18,4 Juta ha hutan produksi jadi perkebunan - Bisnis Indonesia, 30 Mei 2008

Tata ruang percepat alih fungsi hutan - Bisnis Indonesia, 14 Mei 2008

KPK forestry inquiry heats up - The Jakarta Post, May 13 2008

Siapa yang Untung, Siapa Buntung? - Kompas, 10 Mei 2008

RI forest conversions alarming: Greenomics - The Jakarta Post, May 9 2008

Selamatkan Hutan Lindung - Koran Tempo, 9 Mei 2008

Waspadai Perdagangan Kayu Tropis Dunia - Koran Tempo, 9 Mei 2008

Bersama Kita Bisa Korupsi - Suara Pembaruan, 8 Mei 2008

Menhut Tolak Pemutihan Alih Fungsi Ilegal - Kompas, 8 Mei 2008

Alih Fungsi Hutan Lindung Capai 10 Juta Hektare - Koran Tempo, 8 Mei 2008

Kerugian Langsung Rp 170,2 Triliun - Kompas, 7 Mei 2008

Rencana Tata Ruang Percepatan Alih Fungsi Hutan - Koran Jakarta, 6 Mei 2008

Penyusunan RTRW Daerah Kurang Hitung Daya Dukung - Kompas, 6 Mei 2008

Tata Ruang Percepat Alih Fungsi Hutan - Harian Neraca, 6 Mei 2008

Negara Rugi Rp 589,3 Triliun Setahun - Suara Pembaruan, 5 Mei 2008

Rencana Tata Ruang Justru Percepatan Alih Fungsi Hutan - Republika Online, 5 Mei 2008

Rencana Tata Ruang Justru Percepat Alih Fungsi Hutan - Media Indonesia Online, 5 Mei 2008

Rencana Tata Ruang Justru Percepatan Alih Fungsi Hutan - Antara News, 5 Mei 2008

KPK Siap Geledah Departemen Kehutanan - Koran Tempo, 2 Mei 2008

70% Deforestasi terjadi di hutan produksi konversi - Bisnis, 23 April 2008

RI to launch green pilot project in June - The Jakarta Post, April 16 2008

DPR akan bentuk Panja untuk audit industri pulp - Bisnis, 14 April 2008

Ditemukan 33.000 Dollar Singapura - Kompas, 11 April 2008

Amin Nasution-Azirwan Tersangka Penyuapan - Kompas, 10 April 2008

APHI Pasok Informasi - Kompas, 10 April 2008

Alih Fungsi Hutan Lindung di Bintan Diminta Dibatalkan - Koran Tempo, 10 April 2008

Industri Kayu: DPR Minta Audit Bahan Baku - Kompas, 3 April 2008

DPR Minta Pasokan Kayu ke RAPP Diaudit - Koran Tempo, 3 April 2008

DPR: 7 Perusahaan pulp harus diaudit - Bisnis Indonesia, 3 April 2008

Kelebihan Bahan Baku, RAPP Akan Disomasi - Koran Tempo, 1 April 2008

Menhut akan periksa ulang: Riaupulp surplus bahan baku - Bisnis Indonesia, 28 Maret 2008

Industri Pulp: Dephut Diminta Audit Kelebihan Bahan Baku RAPP - Kompas, 27 Maret 2008

Greenomics: RAPP Kelebihan Bahan Baku - ANTARA, 25 Maret 2008

Tsunami victims and Greenomics protest BRR's performance in Aceh - The Jakarta Post, March 13 2008

Siapa Bermain di Belakang Terbitnya PP No 2/2008? - Kompas, 6 Maret 2008

PP tarif tambang di hutan tidak cerdas - Bisnis Indonesia, 27 Februari 25 2008

PP No 2/2008 Harus Dicabut - Media Indonesia, 26 Februari 25 2008

Menhut: PP 2/2008 Tak Akan Dicabut - Suara Pembaruan, 25 Februari 25 2008

PP tarif hutan kompromi pemerintah & pengusaha: Perekonomian 25 kabupaten dan kota terganggu - Bisnis Indonesia, 25 Februari 25 2008

Environmentalists reject new forest rules - The Jakarta Post, February 25 2008

Inpres No 4/2005 Direvisi: Penataan Ulang Berdampak Positif bagi Industri Kehutanan - Kompas, 23 Februari 2008

PP 3/2008 solusi jangka panjang: Masa pemanfaatan kayu di HTI dipangkas - Bisnis Indonesia, 20 Februari 2008

Tarif kompensasi kehutanan rugikan negara - Bisnis Indonesia, 19 Februari 2008

Forestry Non-tax Revenue Insignificant - The Jakarta Post, February 19 2008

Baru 25 Persen HPH Dikelola secara Lestari - Kompas, 16 Februari 2008

World market fuels deforestation - The Jakarta Post, February 8 2008

Bahan Baku Industri Pertukangan Terancam Krisis - Kompas, 31 Januari 2008

Dasar hukum industri kehutanan multitafsir - Bisnis, 31 Januari 2008

Pembekuan izin HTI di Aceh dicabut - Bisnis, 30 Januari 2008

Aceh Rebuilding ‘Unsustainable’ - The Jakarta Post, January 24 2008

Dephut akan audit bahan baku 39 perusahaan - Bisnis Indonesia, 22 Januari 2008

Govt told to check raw timber supplies - The Jakarta Post, January 21 2008

Dephut Mulai Audit Neraca Bahan Baku Industri Kayu - Kompas, 19 Januari 2008

DAS di Pulau Jawa Kritis: Bencana Banjir Akan Banyak Terjadi Tahun 2012 - Kompas, 16 Januari 2008

39 Usaha pengolahan kayu surplus bahan baku - Bisnis Indonesia, 15 Januari 2008

Segera Audit Neraca Bahan Baku Industri - Kompas, 12 Januari 2008

RI Masih Prospektif Jadi Tujuan Investasi - Kompas, 8 Januari 2008

Kompas, 5 Agustus 2008

Tekanan pada Hutan Makin Berat

Jakarta, Kompas - Perkembangan daerah yang dinamis sejalan pemekaran wilayah dan pertumbuhan ekonomi lokal semakin menekan kawasan hutan. Departemen Kehutanan serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional meluncurkan peta dasar spasial pertama sebagai acuan pemantapan kawasan hutan.

Penerbitan peta ini diharapkan bisa menghentikan praktik perambahan kawasan hutan di daerah dengan berbagai modus. Di antaranya, pemerintah daerah menerbitkan izin lokasi untuk kegiatan usaha nonkehutanan, yang berada di dalam kawasan hutan. Pengusaha kemudian langsung bekerja tanpa menunggu izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis Badan Planologi Dephut di Jakarta, Senin (4/8), Menhut MS Kaban mengatakan, pemda kemudian melegalkan perambahan tersebut lewat permohonan revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi atau Kabupaten.

”Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang melarang pemutihan untuk perambahan kawasan hutan dalam revisi RTRWP dan RTRWK. Provinsi-provinsi di Kalimantan dan beberapa provinsi lain di Sumatera harus memerhatikan ini,” kata Menhut.

15 juta hektar hutan

Sampai Juni 2008, Dephut menerima usulan alih fungsi 15 juta hektar kawasan hutan dari 12 pemprov dan enam pemkab. Lahan itu sebagian besar telah menjadi perkebunan kelapa sawit atau pertambangan.
Di Kalimantan, usulan perubahan status kawasan hutan mencapai 5.867.654 hektar dan perubahan fungsi hutan mencapai 9.417.537 hektar.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan nonkehutanan harus memiliki izin pelepasan hak kawasan hutan dari Menhut. Izin ini mutlak dibutuhkan sebelum kawasan tersebut dimanfaatkan.

Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi mengatakan, data Dephut tahun 2007 menunjukkan, sekitar 10 juta hektar kawasan hutan lindung dan konservasi telah dikonversi secara ilegal jadi perkebunan, pertambangan, lahan terbuka, dan budidaya pertanian lainnya.

Hutan eks HPH dan hutan tanaman industri pun tak luput dari perambahan. Sedikitnya 18,4 juta hektar hutan produksi tersebut juga dirambah.

Adapun rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang pemantapan kawasan hutan sampai saat ini masih dibahas. Sekjen Dephut Boen Purnama mengatakan, RPP tersebut harus diharmonisasi dengan aturan lain sebelum terbit.

Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan, pengusaha membutuhkan ketegasan pemda dan Dephut dalam penetapan tata ruang kawasan hutan. ”Jadi, kami sangat setuju dengan sikap pemerintah agar pengusaha perkebunan mendapat lahan yang bukan lagi kawasan hutan untuk usahanya,” kata Derom. (ham)
 

     

© 2004 - 2008 Greenomics Indonesia. All rights reserved..